Hukum Memamakai Wewangian, Mendengar Lagu dan Menonton Film Saat Puasa

Dalam menjalankan ibadah puasa, tidak sedikit yang hanya memperhatikan aspek keabsahan puasa serta kewajiban dan keharaman bagi orang yang berpuasa. Sedangkan aspek lainnya seperti kesunahan, kemakruhan dan adab-adab berpuasa sering kali terlupakan.
Para ulama menyebutkan bahwa di antara kesunahan puasa adalah meninggalkan setiap hal yang disenangi oleh nafsu meskipun tidak membatalkan puasa karena tujuan puasa sendiri adalah melemahkan nafsu. Hal ini disampaikan Syaikh Zakฤriyyฤ al-Anshฤrฤซ dalam kitab Fath al-Wahhฤb fi Syarh Manhaj al-Thullฤb,
(ูู) ุณูููู ู
ููู ุญูููุซู ุงูุตููููู
ู (ุชูุฑููู ููุญูุดู) … (ูู) ุชูุฑููู (ุดูููููุฉู) ููุง ุชูุจูุทููู ุงูุตููููู
ู ููุดูู
ูู ุงูุฑููููุงุญูููู ููุงููููุธูุฑู ุฅููููููุง ููู
ูุง ูููููุง ู
ููู ุงูุชููุฑูููููู ุงูููุฐูู ููุง ููููุงุณูุจู ุญูููู
ูุฉู ุงูุตููููู
ูย
“Disunnahkan untuk menjaga puasa 1- meninggalkan ucapan keji/kotor … 2-meninggalkan kesenangan nafsu yang tidak membatalkan puasa seperti mencium bunga dan melihatnya karena hal itu mengandung kemewahan yang tidak sesuai dengan hikmah puasa.”
Terhadap redaksi di atas, Syaikh Sulaiman al-Bujairamฤซ menjelaskan bahwa maksud makruh mencium bunga adalah menciup setiap sesuatu yang memiliki bau wangi seperti misik atau wewangian lainnya. Oleh karena itu, hukum memakai parfum dan wewangian saat puasa adalah makruh menurut madzhab Syafii.
Bahkan kemakruhan ini juga mencakup melihat, mencium dan mendengar hal-hal yang disenangi nafsu sehingga termasuk kemakruhan lainnya adalah menonton film, mendengar lagu dan sebagainya sekalipun tidak membatalkan puasa.
Habib Salim al-Syatiri berkata sebagaimana dalam kitab Bughyat al-Thalib al-Manhum:
ูููุฑู ููุตุงุฆู
ุฃูุถุงู ุงูููู ุงูู
ุจุงุญ ู
ุซู ุงูู
ูุงุธุฑ ุงูุชู ูู ุงูุชููุฒููู ููู ู
ุจุงุญุฉุ ุฃู
ุง ุณู
ุงุน ุงูุฃุบุงูู ูุนูู ุงูุฎูุงู ูููุงุ ูุญุชู ุนูู ููู ู
ู ูุงู ุจุฅุจุงุญุฉ ุดูุก ู
ููุง ูุงูุฃููู ููุตุงุฆู
ุชุฑู ุฐูู.
โDimakruhkan bagi orang yang berpuasa melakukan kesenangan yang mubah seperti menonton televisi atau mendengar lagu menurut ulama yang membolehkan. Maka yang lebih baik adalah tidak melakukannyaโ
Lalu, bagaimana dengan hari Jumat dimana dianjurkan untuk memakai wewangian untuk pergi ke shalat Jum’at? Syaikh Zainuddฤซn al-Mฤlibarฤซ dalam Fath al-Muโฤซn menjelaskan bahwa menurut qaul al-awjah kesunahan memakai wewangian pada hari Jumโat adalah bagi selain orang yang berpuasa. Adapun orang puasa tetap dianjurkan untuk tidak memakai wewangian.ย
๐ Rujukan:ย ย
1. Hasyiyah al-Bujairami ala Syarh Manhaj al-Thullab. Syaikh Sulaiman bin Muhammad al-Bujairami. Mathbaโah al-Halbi. Juz 2 Hal. 78
2. Bughyat al-Thalib al-Manhum fi Basth Baโdl al-Ahkam al-Fiqhiyyah wa al-Dzauqiyyah Li al-Shaum. Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri. 247-248
3. Fath al-Muโin Bi Syarh Qurrat al-Ayn. Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari. Dar Ibn Hazm. Hal. 673