Menggapai Sunnah di Bulan Dzulhijjah

Menggapai Sunnah di Bulan Dzulhijjah

Oleh : M Riza (Mahasantri MAFJ Semester 5)

Sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan mulia Dzulhijjah. Salah satu bulan yang termasuk dari asyhur al-hurum. Di dalam bulan mulia ini, terdapat beberapa ibadah sunnah yang bisa dilakukan dan mempunyai keutamaan yang besar, di antaranya:

  1. Puasa Tarwiyah dan Arafaah
    Bagi umat muslim, pada dua hari sebelum hari raya Idul Adha disunnahkan untuk melaksanakan puasa Tarwiyah, yakni puasa tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah, yakni puasa tanggal 9 Dzulhijjah.
    Kesunnahan ini berlandaskan Hadis yang menjelaskan tentang keutamaan berpuasa di dua hari tersebut, yaitu sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama,
    صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَّةِ كَفَّارَةٌ سَنَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةٌ سَنَتَيْنِ
    “Puasa dihari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Dan puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).
    -Jami’ul Ahadits Syaikh As suyuthi-
  2. Shalat Idul Adha dan Kurban
    Kemudian pada tanggal 10 Dzulhijjah, tanggal di mana umat Islam merayakan hari raya Idul Adha, disunnahkan untuk melaksanakan Shalat Idul Adha dan melaksanakan ibadah kurban.
    Terdapat beberapa Kesunahan-kesunahan yang sangat dianjurkan sebelum melaksanakan Shalat Idul Adha, di antaranya:
  3. Mengumandangkan Takbir pada malam hari raya dan setelah shalat. Adapun waktunya dimulai dari terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar yang berlanjut hingga tanggal 13 Dzulhijjah, yaitu hari Tasyrik terakhir. Adapun redaksi takbirnya, sebagai berikut,

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لا إله إلا الله والله أكبر ألله أكبر ولله الحمد
Selain itu, juga bisa ditambah dengan redaksi yang terdapat dalam kitab Fath al-Qarib berupa:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

  1. Disunnahkan mandi, memakai wewangian, dan memakai baju baru ketika hendak menghadiri Shalat id. Untuk kesunahan mandi ini, terhitung sejak tengah malam sampai waktu subuh, dan yang paling utama dilakukan setelah subuh.
  2. Disunnahkan untuk berangkat ke masjid lebih awal supaya mendapat saf depan, dan sembari menunggu shalat dilaksanakan, kita bisa bertakbir bersama-sama dengan jama’ah lain yang telah hadir.
  3. Pada hari raya Idul Adha, disunnahkan pula untuk tidak makan dahulu sampai kembali dari shalat. Hikmahnya seperti apa yang di katakan oleh Imam As-Syaukani, adalah pada hari raya Idul Adha disyariatkan berkurban dan memakan daging kurban tersebut. Oleh karena itu, disunnahkan agar makanan pertama yang dimakan adalah daging hewan hasil kurban tersebut.
  4. Disunnahkan berangkat ke masjid dengan berjalan kaki dan membedakan rute jalan pergi dan pulang. Adapun hikmahnya adalah supaya mendapatkan banyak pahala menuju tempat ibadah.
    Demikian beberapa ibadah sunnah yang bisa dikerjakan di bulan mulia Dzulhijjah, semoga kita senantiasa diberi nikmat untuk melakukannya.

 

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *