ppmus.id

©
Lurus dan Aktual

Menu

Artikel

Dahsyatnya Ampunan di Bulan Ramadhan

๐Ÿ“… 27 Mar 2024 โœ๏ธ Oleh: Media PP. MUS Sarang
Dahsyatnya Ampunan di Bulan Ramadhan

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠุฑูŽุฉูŽุ› ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ๏ทบ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ยซุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุณูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ู…ููƒูŽูู‘ูุฑูŽุงุชูŒ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู†ูŽู‡ูู†ู‘ูŽุŒ ุฅูุฐูŽุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูŽุจูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุจูŽุงุฆูุฑูŽยป (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)
“Sahabat Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallama pernah bersabda: “Sholat lima waktu, sholat Jumat ke sholat Jumat berikutnya, puasa Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, semuanya adalah penghapus dosa di antara keduanya jika dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Slide 2:
Salah satu keistimewaan yang dimiliki bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan di dalamnya. Saking dahsyatnya ampunan yang ada di bulan Ramadhan, tidak hanya dosa yang dilakukan di bulan Ramdhan saja yang diampuni, dosa yang dilakukan di bulan lain yang berada di antara dua Ramadhan pun diampuni.

Akan tetapi, untuk menggapai keistimewaan itu tidaklah mudah. Ada syarat untuk mendapatkan keistimewaan tersebut.

Syarat yang pertama adalah harus menunaikan hak-hak bulan Ramadhan.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallama bersabda:
ุฃูŽุชูŽุงู†ููŠู’ ุฌูุจู’ุฑููŠู’ู„ู ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ูู‚ุงู„: ูŠูŽุง ู…ูุญู…ู‘ุฏู ุŒ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู’ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุบู’ููŽุฑู’ ู„ูŽู‡ู ููŽุฃูŽุจู’ุนูŽุฏูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ ุŒ ูู‚ูู„ู’ุชู : ุฃู…ูŠู†
“Malaikat Jibril datang kepadaku seraya berkata ; barang siapa yang mendapati bulan suci ramadhan akan tetapi ia tak di ampuni dosanya, maka Allah jauh padanya, kemudian aku berkata amin.”

Beberapa ulama memberikan penjelasan bahwa hal yang menjadikan seseorang tidak mendapatkan ampunan di bulan suci Ramadhan adalah karena ia tidak melaksanakan hal yang diperintahkan di bulan Ramadhan seperti berpuasa dan sholat malam, atau ia melakukan hal yang diperintahkan tapi berlandaskan dengan perasaan riya’ yang membuat amalnya sia-sia.

Adapun syarat kedua adalah menajuhi dosa besar sebagaimana yang disebutkan pada hadis di awal. Imam Ibnu al-Qoyyim berkata, “nas-nas seperti ini merupakan bagian dari pada janji yang memiliki syarat dan penghambat, dan terus menerus melakukan dosa besar merupakan penghambat untuk diampuni”.

๐Ÿ“š Rujukan :

  1. Fath al-Ilah fi Syarh al-Misykah juz 4 hal 122.
  2. Faidh al-Qadir juz 4 hal 34
  3. al-Da’ wa al-Dawa’ hal 43
statObserver.observe(stat); // Pasang pengawas ke setiap kotak statistik }); }