JANGAN TINGGALKAN SAHUR! MESKI HANYA SETEGUK AIR, ADA BERKAH YANG TAK TERKIRA
Hadis Pertama
ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูููู ุจููู ุนูู ูุฑูู ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููู ูุง ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ๏ทบ: “ุชูุณูุญููุฑููุง ูููููู ุจูุฌูุฑูุนูุฉู ู ููู ู ูุงุกู“
Terjemahan: Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bersahurlah kalian, meskipun hanya dengan seteguk air.” (HR. Ibnu Hibban)
Hadis Kedua
ุนููู ุฃูููุณู ุจููู ู ูุงูููู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ููุงูู: ููุงูู ุงููููุจูููู ๏ทบ: “ุชูุณูุญููุฑููุง ููุฅูููู ููู ุงูุณููุญููุฑู ุจูุฑูููุฉู“
Terjemahan: Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya sahur itu terdapat keberkahan didalamnya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Fikih hadis
Integrasi (penggabungan) kedua hadis ini menetapkan dua hukum penting dalam berpuasa:
- Pertama: Hukum sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan sebagai bentuk ketaatan dan ketahanan tubuh di pagi mendatang.
- Kedua: Sahur tidak memiliki batas minimal makanan ataupun minuman; legalitas dan keberkahannya tetap sah walaupun hanya dengan sedikit asupan makanan ataupun hanya seteguk air mineral.
Referensi:
Asnal Mathalib fi Syarh Rawdh ath-Thalib Karya Syekh Islam Zakariya al-Anshari. ย hal 420 jus 1.
Oleh: Achmad Nuchbah Alam