Menu

Dark Mode
Keputusan Halaqoh Kebangsaan dan Ijma’ Ulama Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk Perubahan Indonesia Tentang Keharusan Memilih Pasangan Capres-Cawapres AMIN Berdasarkan Dalil Syar’i di Pondok Pesantren MUS Sarang Rembang Makna Jihad Membela Tanah Air di Era 5.0 MERAPATKAN BARISAN UNTUK PEMENANGAN AMIN DALAM PERSPEKTIF SYAR’I HUKUM MENYINGKAT KALIMAT THOYYIBAH! Meredam Fanatik ; Menguatkan Persatuan Dalam Pesta Politik. MENYAMBUT TAHUN POLITIK: HINDARI KONFLIK, PAKAI EMPATIK Setelah Komunisme,Masih Ada Kapitalisme Yang Perlu Dilawan! Malam Penuh Cinta Kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. MENGKAJI FIKIH DALAM PEMBERONTAKAN G30SPKI Sudahkah Kita Cinta Kepada Rasulullah? MEWASPADAI KEBANGKITAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA SEJARAH PKI PECI PUTIH; NUANSA BARU DALAM JAMA’AH MAKTUBAH Menyorot Fenomena Paham Islam-Kiri di Indonesia: Konvergensi atau Paradoks? KEBOHONGAN CITA-CITA MARXISME PRINSIP PENGELOLAAN HAK KEPEMILIKAN INDIVIDU DALAM ISLAM ; Menolak Tawaran Komunisme dalam Melawan Kapitalisme Kerusakan Ideologi Marxisme Perspektif Teologi Islam JEJAK HITAM PKI DARI IDELOGI KOMUNIS HINGGA SEJARAH KEJAHATAN DAN PENGIANATAN G30S Ku Putuskan Untuk …. Knock Out Rebahan ; Bangkit Sambut Masa Depan Ny. Hj. Chalimah Abdurrochim : Ibunda Hebat Di Balik Pengasuh PP. MUS Sarang BELA NEGARA INDONESIA MENURUT PANDANGAN ISLAM BASAHI TUBUH SAAT PUASA MASIH UTUH CARA JITU BORONG PAHALA PUASA TANPA PUASA EKSTRA Masih Junub Saat Subuh, Batalkah Puasa? Kunci Sah Puasa Saat Terjadi Muntah SAJAK RAHMAT DALAM DEKAPAN MALAM RAMADHAN IBADAH BUKAN BELENGGU, TAPI SAYAP

Kabar Pesantren

LIKGA-DKI (Lembaga Ikatan Konsultan, Guru Agama, Da’i, Khatib dan Imam)

badge-check


					LIKGA-DKI (Lembaga Ikatan Konsultan, Guru Agama, Da’i, Khatib dan Imam) Perbesar

SARANG – Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ulum Asy-Syar’iyyah (MUS) Sarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak kader ulama yang siap terjun ke masyarakat. Melalui program Lembaga Ikatan Konsultan atau Guru Agama Da’i Khotib dan Imam (LIKGA-DKI), puluhan santri resmi diterjunkan ke berbagai daerah untuk menjalankan misi dakwah dan pendidikan.

Program yang memasuki tahun kedua ini resmi dimulai pada 16 Februari 2026, menyusul kesuksesan angkatan pertama yang dibentuk pada 18 Februari 2025 lalu.

Perluasan Jangkauan Dakwah di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Tahun ini, cakupan wilayah pengabdian LIKGA-DKI mengalami perluasan yang signifikan. Para santri yang dikirim merupakan Mutakhorijin (lulusan) dari unit pendidikan MGS dan DKH. Mereka tidak hanya ditempatkan di sekitar wilayah Rembang, tetapi telah merambah ke berbagai titik di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Beberapa daerah yang menjadi tujuan penempatan tahun ini meliputi:

Jawa Tengah   : Jepara dan Karanganyar.

Jawa Timur      : Tuban, Sidoarjo, Jember, hingga menjangkau pulau Madura.

Penempatan ini bertujuan agar para santri dapat beradaptasi dengan karakter masyarakat yang beragam, mulai dari kawasan pesisir hingga daerah perkotaan.

Ragam Kegiatan: Dari Imam Tarawih hingga Literasi Kitab Kuning

Berbeda dengan program pengabdian pada umumnya, LIKGA-DKI menerapkan kurikulum yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan pondok pesantren atau masyarakat setempat. Aktivitas yang dijalankan para santri mencakup aspek ibadah formal, pendidikan formal/diniyah, hingga pembinaan mental.

Berikut adalah beberapa agenda utama yang dilaksanakan oleh para utusan LIKGA-DKI:

Sektor

 

Jenis Kegiatan
Ibadah &

Dakwah

 

Menjadi Imam Tarawih, pengisian Kultum, Diba’an, dan Ngaji Umum.
Pendidikan

Formal

 

Mengisi jam kosong di kelas, mengajar di tingkat MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MTs (Madrasah Tsanawiyah).
Pendidikan

Kitab

 

Ngaji Bandongan, Ngaji Klasikal, Ngaji Kuping (menjelang berbuka puasa), serta penguatan materi Nahwu dan Shorof.
Manajerial &

Organisasi

 

Pembinaan santri, teknikal musyawarah, dan pemantapan materi Diniyah.

 

“Program ini merupakan jembatan bagi santri untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama bertahun-tahun di Sarang. Kami berharap mereka bisa menjadi solusi bagi persoalan keagamaan di daerah penempatan,” ujar salah satu pengurus program.

Menjaga Tradisi, Membangun Literasi

Salah satu poin unik dari pengabdian tahun ini adalah fokus pada pemantapan materi Nahwu dan Shorof. Sebagai santri lulusan Sarang yang dikenal kuat dalam literatur klasik, para peserta LIKGA-DKI diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat membaca kitab kuning di daerah-daerah yang mereka singgahi.

Kegiatan seperti Ngaji Kuping sebelum berbuka dan Ngaji Bandongan menjadi sarana efektif untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren tetap relevan di tengah masyarakat modern. Dengan adanya program ini, Pondok Pesantren MUS Sarang berharap hubungan silaturahmi antar pesantren di Nusantara semakin erat dan kualitas pendidikan agama di daerah-daerah semakin meningkat.

 

Oleh: Achmad Fitrul Faizin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ma’lumat Bagi Santri dan Alumni PP. MUS Sarang Tentang Tesis KH. Imaduddin & Berita HOAX “Santri PP. MUS Sarang Dipecat berkaitan dengan tesis KH. Imaduddin”

24 September 2024 - 16:44

MENYAMBUT TAHUN POLITIK: HINDARI KONFLIK, PAKAI EMPATIK

4 October 2023 - 17:55

MOSBA (Masa Orientasi Santri Baru) Tahun Ajaran 1444 H.-1445 H.

9 June 2023 - 17:52

Trending on Berita
batmantoto batmantoto situs togel
toto slot
slot88