Plot Twist Awal Mula Tayamum
Oleh : Achmad Fitrul Faizin
Ada sebuah kisah yang cukup menarik dari ayat ini, Kisah ini berawal dari sebuah perjalanan yang di ikuti Sayyidah Aisyah bersama Rasulullah SAW, yaitu pada saat terjadinya Perang Bani Musthaliq. Perang ini terjadi tidak lama setelah usainya Perang Dzatur Riqa’, sebuah peperangan yang sebenarnya juga punya kaitan tersendiri dengan Sayyidah Aisyah, sebab saat itu kalung yang dikenakannya pernah jatuh dan dari sinilah peristiwa Hadits Ifki yang terkenal dalam Sejarah bermula.
Dalam perjalanan perang ini, Ketika rombongan sampai di sebuah daerah Bernama Baida’, daerah yang terletak diantara Madinah dan Makkah, Kalung Sayyidah Aisyah Kembali jatuh. Kalung itu sebenarnya bukan miliknya sendiri, melainkan pinjaman dari saudarinya Asma’, dengan taksiran harga sekitar dua belas dirham, jumlah yang di masa itu tidak bisa dibilang kecil.
Menyadari kalungnya hilang, Sayyidah Aisyah pun mengadu kepada Rasulullah. Mendengar hal itu, beliau segera meminta beberapa sahabat untuk mencarinya, dipimpin oleh sahabat Usaid bin Hudhair. Bahkan Rasulullah sendiri pun ikut turun tangan mencari kalung tersebut, tidak hanya mewakilkan kepada para sahabat.
Dalam pencarian ini lumayan memakan banyak waktu, masalahnya pencarian ini berlangsung di tempat yang jauh dari sumber air dan rombongan pun tidak sedang membawa persediaan air yang cukup. Alhasil, Ketika waktu shalat tiba, mereka terpaksa melaksanakannya tanpa berwudhu terlebih dahulu. Keadaan ini membuat Sebagian sahabat resah. Mereka pun mendatangi Sahabat Abu Bakar untuk mengadukan hal ini, “Lihatlah apa yang dilakukan Aisyah. Ia telah menahan Rasulullah dan sahabat-sahabat yang lain, padahal kita sedang tidak berada di dekat sumber air dan tidak pula membawa persediaan air”.
Mendengar keluhan itu, sahabat Abu Bakar segera menemui putrinya. Saat itu Rasulullah SAW sedang tertidur dengan kepala di pangkuan Sayyidah Aisyah. Tanpa pendahuluan apapun, Abu Bakar selaku Ayah Sayyidah Aisyah langsung menegurnya, “Engkau telah menahan Rasulullah dan para sahabat, sedangkan mereka sedang tidak berada di dekat sumber air dan tidak membawa persediaan air pula”.
Sayyidah Aisyah hanya bisa diam menerima taguran ayahnya itu, Ia tidak berani bergerak atau menjawab macam-macam, sebab khawatir akan membangunkan Rasulullah SAW yang saat itu sedang tertidur dipangkuannya. Beliau merasa bersalah karena kejadian ini menyusahkan banyak orang.
Namun, justru ditengah situasi yang serba sulit ini, pertolongan Allah Swt datang. Ke esokan paginya, tidak lama setelah Rasulullah SAW terbangun, tampak di wajah beliau tanda bahwa wahyu baru saja turun kepadanya. Dan benar saja itulah ayat tentang tayamum turun, sebuah keringanan yang Allah Swt berikan bagi umat islam Ketika air tidak ditemukan atau sulit untuk digunakan bersuci.
Begitu ayat ini disampaikan, Para sahabat yang sejak tadi resah akhirnya bisa bertayamum dan menunaikan shalat dengan tenang. Usaid bin Hudhair, yang sejak awal memimpin pencarian kalung, sampai berkata “Ini sebab Keberkahan keluarga Abu Bakar” dan ia mendoakan semoga Allah Swt membalas kebaikan Aisyah.
Kisah ini masih berlanjut, karena kalung yang dicari belum juga ketemu. Setelah rombongan hendak melanjutkan perjalanan Plot twist pun terjadi. Pasalnya kalung yang dicari-cari sejak awal ternyata ditemukan terselip dibawah unta yang ditunggangi Sayyidah Aisyah. Rupanya kalung itu tidak pernah benar-benar hilang jauh, hanya tersembunyi ditempat yang tidak terduga.
Begitulah scenario yang Allah Swt ciptakan untuk memberi kemudahan kepada para hambanya yang saat itu sedang dalam kesulitan.
Referensi:
Kitab At-Tajrid as-Shorih li Ahaditsi al-Jami’ ash-Shohih karya Syaikh Ahmad bin Abdul Latif al-Zabidi al-Hanafi.
Kitab Fathul Mubdi Syarah Mukhtashar Az-Zabidi karya Syaikh Abdullah bin Hijazi Al-Syarqawi.