PROFIL PP MUS 2 LQ
P
ondok Pesantren Putri MUS 2 LQ adalah Pondok Pesantren Al-Qur’an berbasis salaf yang berada di bawah naungan PP. MUS Sarang Rembang. Pada awal berdirinya, pondok pesantren MUS LQ diasuh oleh KH. M. Adib Abdurrochim bersama Ny. Hj. Sayyidah Azizah Adib. Saat beliau KH. Muhammad Adib Abddurrohim berpulang pada Kamis, 5 Maret 2020 M / 10 Rojab 1441 H, Ibu Nyai tetap menjalankan roda kegiatan yang dibersamai oleh putra-putrinya.
Pondok Pesantren Ma’hadul Ulum Asy-Syar’iyyah Lihamalatil Qur’an mulai dirintis 7 Sya’ban 1432 H / 9 Juli 2011 M, dan mulai diresmikan oleh Kyai Misbahul Munir (Abah dari Ibu Nyai Hj. Sayyidah Azizah, pengasuh PP. Al Hidayat Krasak Guntur Demak) pada tanggal 27 Jumadil Akhir 1433 H / 19 Mei 2012 M. Pada awalnya, Abah Adib dan Ibu Izzah (sapaan dari para santri) sama sekali tidak berniat mendirikan pesantren Al-Qur’an. Tapi karena tingginya desakan dari masyarakat, pelan tapi pasti beliau mulai menerima santri-santri yang berminat dan berkeinginan kuat untuk memperdalam kitab suci umat Islam itu.
Dikarenakan semakin banyaknya santri yang masuk, akhirnya ndalem beliau bagian atas (lantai dua) diputuskan untuk dijadikan tempat mukim. Lambat laun, tempat yang besarnya tak seberapa itu tidak dapat menampung santri yang terus bertambah, hingga kemudian dibangunlah pesantren di depan ndalem beliau yang dijuluki “Pondok Hijau”. Sejak pertama muncul hingga sekarang, pesantren ini telah mengalami kemajuan yang pesat. Jumlah santri yang pada awal berdirinya tak lebih dari 10 orang, kini berkembang menjadi sekitar 320 orang.
Terlepas dari semua itu, pesantren ini juga menekankan untuk selalu menjaga kebersihan. Hal ini wajar terjadi karena dulunya Kyai Adib adalah orang yang sangat peduli pada kebersihan. Beliau tak segan menjumput plastik kecil yang tergeletak di halaman pondok, karena itulah para santri di sini pun juga selalu berusaha menjaga kebersihan tempat tinggal mereka.
Metode Tahmilul Qur’an
Dalam sistem Tahmilul Qur’an, pesantren ini banyak mengadopsi dari Pesantren Betengan Demak, karena Ibu Izzah selaku pengasuh adalah alumni santri Betengan sendiri.
“Beliau selalu menekankan pada santri-santrinya agar membaca Al-Qur’an yang alon-alon saja, jangan cepat-cepat… Kalau sudah terbiasa mengaji cepat akan sangat sulit untuk mengaji pelan dan tartil, tapi kalau sudah terbiasa mengaji pelan maka mudah baginya untuk mengaji cepat.”
– Dawuh Ibu Nyai Hj. Sayyidah Azizah
5 Tingkatan Program Ta’limul Qur’an
1 Bin Nadzri
Tahapan ini adalah untuk santri baru dan santri yang bacaannya harus lebih banyak belajar. Santri harus benar-benar memperhatikan makhorijul huruf dan bacaan dengan cara mengaji bin nadzri kepada ustadzah yang telah ditentukan. Bagi santri yang ingin mengikuti program tahfidz, dapat menyetorkan hafalan juz 1-3 kepada penyimak. Tahap ini dipantau langsung oleh Ustadzah Ning Machmudah Nabil.
2 Persiapan Bil Hifdzi
Bagi santri yang telah memiliki celengan hafalan 3 juz, dapat mendaftarkan dirinya kepada ketua huffadz untuk diuji. Santri yang lulus kemudian mengaji intensif kepada penyimak dari ketua huffadz (mengaji ¼ juz dari juz 1-3) untuk persiapan tes masuk bil-hifdzi.
3 Bil Hifdzi
Persyaratan tes:
- Mempunyai hafalan minimal 3 juz & terdaftar di persiapan bil-hifdzi.
- Makhroj dan tajwid bagus, mampu membaca pelan dan tartil.
Tahapan tes (berlaku mardud/ditolak jika belum lancar):
- Tes langsung 3 juz diacak oleh ustadzah.
- Semaan 3 juz dengan microphone yang disalurkan di pesantren & ndalem.
- Tes 3 juz langsung oleh pengasuh.
Santri yang lulus akan mulai mengaji musyafahah dan talaqqi langsung pada Ibu Nyai Hj. Sayyidah Azizah Adib. Berlaku tahapan simaan pada kelipatan 5 juz (5, 10, 15, dst). Sebelum simaan kelipatan, santri dites setiap juz oleh Ning Nabila Syuaib dan Ibu Nyai.
4 Murottilil Qur’an
Bagi khotimat yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz dan telah semaan, dianjurkan untuk musyafahah ¼ juz atau 5 halaman setiap pertemuan dengan setartil mungkin kepada pengasuh.
5 Bi Qiroatis Sab’i
Program baru bagi khotimat atau santri tabarrukan yang ingin mempelajari qiroat sab’ah. Pengajian Al-Qur’an bi qiroatis sab’i ini diampu oleh K. Nabil Makmun Thoha (suami dari Ning Machmudah).
Kegiatan Pesantren
Musyafahah Pada Pengasuh
Santri menyetorkan hafalan kepada Ibu Nyai dimulai setelah shubuh sampai selesai. Wajib menggunakan kerudung putih bagi yang suci dan bebas bagi yang udzur.
Tikroran Pagi & Siang
Tikror pagi (09.00-10.00) untuk santri yang sudah tamat sekolah. Tikror siang (13.15-14.15) untuk seluruh santri persiapan bil hifdzi dan bil hifdzi.
Mengaji Kitab Salaf
Dilaksanakan pukul 09.00 WIB. Diampu oleh K. Nabil Makmun Thoha (Sabtu) dan KH. Syuaib J.R. Adib (Kamis) khusus untuk santri mutakhorijat.
Muroja’ah & Fami Bisyauqin
Murojaah pasangan usai sholat Isya’. Fami Bisyauqin wajib bagi santri suci setelah sholat Ashar, membaca 1 juz serempak dipimpin oleh khotimat.
Kegiatan Harian, Mingguan & Bulanan Lainnya
Jamaah sholat maktubah, pembacaan Rotibul Haddad, sholat Dhuha & Tahajjud. Kegiatan mingguan meliputi Sholat Tasbih, Qosidah Burdah, Manaqib, Yasin Fadlilah (Malam Selasa), serta Yasin, Tahlil, Maulid Dziba’i (Malam Jum’at). Mujahadah dilaksanakan setiap malam Jum’at Pahing.