ppmus.id

©
Lurus dan Aktual

Menu

Sejarah

Kisah Nabi Yunus Alaihissalam ditelan ikan

📅 20 Jun 2026 ✍️ Oleh: Media PP. MUS Sarang
Kisah Nabi Yunus Alaihissalam ditelan ikan

Jurnalis : mohammad

Salah satu peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 muharram adalah peristiwa disaat Nabi Yunus Alaihissalam keluar dari perut ikan. Bagaimana kisah Nabi Yunus Alaihissalam mari kita simak kisahnya selengkapnya.

Dahulu allah mengutus Nabi Yunus Alaihissalam di sebuah penduduk bernama Ninawa yang berada di sebuah wilayah Mosul, Nabi Yunus Alaihissalam terus menerus mengajak Penduduk Ninawa agar menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang maha esa, namun mereka masih membangkang dan mengingkari ajakan Nabi Yunus Alaihissalam. disaat keadaan itu berlangsung, Nabi Yunus Alaihissalam meninggalkan penduduk ninawa dan memperingatkan mereka bahwa azab akan menimpa mereka setelah 3 hari.

Ketika Nabi Yunus Alaihissalam meninggalkan Penduduk Ninawa dan mereka yakin bahwa azab akan menimpa mereka, kemudian Allah menumbuhkan perasaan taubat dan penyesalan di dalam hati mereka, sehingga mereka menyesali atas segala perbuatan mereka terhadap Nabi Yunus Alaihissalam. Kemudian Penduduk Ninawa mengenakan pakaian kasar sebagai bentuk bertaubat kepada allah, memisahkan setiap hewan ternak dari anaknya, Kemudian mereka berseru kepada Allah sembari menangis, merendahkan diri, dan memohon dengan tulus. Laki-laki, perempuan, anak-anak, maupun para ibu di Penduduk Ninawa menangis. Hewan-hewan ternak juga mengeluarkan suara bersama anak-anaknya.

Momen itu merupakan momen yang begitu menegangkan dan akhirnya Allah Yang Maha Agung dengan, kasih sayang, dan rahmatnya, mengangkat azab yang hampir menimpa mereka, sedangkan Nabi Yunus ketika pergi dalam keadaan marah karena sikap Penduduk Ninawa kepadanya, lalu beliau menaiki sebuah kapal di lautan. Kapal itu berlayar bersama para penumpangnya, di tengah-tengah berlayar, tiba tiba kapal diterpa ombak besar, sehingga hampir membuat kapal tenggelam karena terlalu berat muatannya. Lalu para penumpang berunding dan memutuskan untuk mengadakan undian. Siapa yang namanya keluar dalam undian akan dilemparkan ke laut agar kapal menjadi lebih ringan.

Ketika undian dilakukan, nama yang keluar adalah Nabi Yunus Alaihissalam. Namun para penumpang tidak mau melemparkannya karena beliau terlihat sebagai orang yang baik. Undian diulang untuk kedua kalinya, dan nama yang keluar malah Nabi Yunus Alaihissalam. Nabi Yunus Alaihissalam bersiap melepaskan pakaiannya untuk menjatuhkan dirinya ke laut, tetapi para penumpang menolaknya. Undian dilakukan untuk ketiga kalinya, dan ternyata nama yang keluar malah Nabi Yunus lagi. Hal itu terjadi karena kehendak Allah Ta’ala. Ketika undian jatuh kepadanya, beliau pun dilemparkan ke laut. Lalu Allah mengutus seekor ikan besar dari lautan untuk menelannya.

Kemudian Allah memerintahkan ikan yang telah menelan Nabi Yunus: “Jangan engkau makan dagingnya dan jangan pula engkau patahkan tulangnya. Ia bukan rezekimu.” Lalu ikan itu menelannya tanpa melukai tubuhnya, lalu membawanya berkeliling di berbagai lautan. Ketika Nabi Yunus Alaihissalam telah berada di dalam perut ikan, pada awalnya ia mengira bahwa dirinya telah meninggal. Lalu ia menggerakkan anggota tubuhnya dan merasakan dirinya masih hidup. ia segera bersujud kepada Allah dan berkata: “Wahai Tuhanku, Engkau telah menjadikan sebuah masjid (tempat beribadah) untukku di tempat yang belum pernah digunakan seorang pun untuk menyembah kepadamu.”

Ulama berbeda pendapat mengenai seberapa lama Nabi Yunus Alaihissalam berada di dalam perut ikan; Mujalid diriwayatkan dari As Sya’bi berpendapat dari pagi hingga sore hari, Qatadah berpendapat 3 hari, Imam Ja’far As Shodiq berpendapat 7 hari, dan Sa’id Bin Abul Hasan dan Abu Malik berpendapat 40 hari. Namun yang pasti, Allah yang lebih mengetahui seberapa lama nabi yunus alaihissalam tinggal di dalam perut ikan.

Ketika ikan itu membawa Nabi Yunus Alaihissalam menyelami dasar-dasar lautan yang gelap, ia mendengar makhluk-makhluk laut bertasbih kepada Allah di kedalaman laut, Kemudian Nabi Yunus alaIhissalam mengucapkan tasbih yang diabadikan dalam Al-Qur’an:

لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Ketika Nabi Yunus bertasbih di dalam perut ikan, Para malaikat pun mendengar bacaan tasbihnya lalu berkata: “Wahai Tuhan kami, kami mendengar suara yang lemah dari suatu tempat yang asing.” Kemudian Allah menjawab: “Itu adalah hamba-Ku, Yunus. dia telah melakukan sebuah kesalahan, maka Aku menahannya di dalam perut ikan di lautan.” Para malaikat bertanya: “Hambamu yang saleh itu? Yang amal salehnya selalu meningkat dihadapanmu setiap siang dan malam?” Allah menjawab: “Ya.”

Lalu para malaikat memohonkan syafaat untuk Nabi Yunus Alaihissalam, lalu Allah Ta’ala mengabulkan permohonan malaikat, dan kemudian Allah Ta’ala memerintahkan ikan yang telah menelan nabi yunus Alaihissalam untuk memuntahkan Nabi Yunus Alaihissalam ke tepi pantai.

disadur dari kitab Qoshosul Anbiya’ karya Ibnu Katsir hal 363-368

statObserver.observe(stat); // Pasang pengawas ke setiap kotak statistik }); }