MTQ (Madrasah Ta’limul Quran)
P
ondok pesantren diakui sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang mempunyai peranan penting dalam pengajaran dan pendidikan Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:
Dalam hadits lain juga disebutkan:
Sehingga sudah selayaknya PP. MUS Sarang memiliki wadah yang menaungi pendidikan Al-Qur’an yang perlu diberikan kepada anak-anak sejak dini agar saat dewasa nanti diharapkan mereka menjadi manusia yang Qur’ani.
BINNADHAR
K
egiatan ini merupakan program yang mewadahi santri-santri dalam membaca Al-Qur’an sesuai tuntunan dan kaidah yang berlaku. Ulama menyebutkan bahwa mempelajari ilmu tajwid merupakan fardhukifayah sedangkan mengamalkannya adalah fardhu ‘ain. Syekh Ibnul Jazariy berkata dalam syairnya,
Kapasitas santri dalam membaca Al Qur’an berbeda-beda, ada yang sudah baik, standar atau bahkan di bawah standar, khususnya bagi yang bacaannya masih terdapat Lahn Jaly (kesalahan baca yang dapat membatalkan salat).
1Panduan Kegiatan
Kegiatan MTQ Binnadhar diwajibkan untuk siswa Madrasah Ghozaliyah Syafi’iyyah (MGS) tingkat Ibtida’iyyah, siswa Dirosah Khosshoh (DKH) tingkat Tsanawiyyah, serta siswa yang bacaannya terdapat lahn jaly di tingkat Tsanawiyyah MGS maupun siswa DKH tingkat Aliyah, dan A’la. Adapun Kelas III, IV, V Ibtida’ (MGS) dan tingkat I dan II Ts DKH dimulai setelah jamaah Magrib.
Sedangkan kelas VI Ibtida’, dan tingkat III Ts DKH dimulai setelah jamaah subuh. Kegiatan MTQ Binnadhar dilakukan dengan berkelompok dan dalam satu kelompok terdapat satu pengampu yang menjadi pengajar Al-Qur’an (Mu’allim).
2 Tujuan dan Manfaat Program
- Melahirkan santri yang baik dan benar dalam membaca Al-Qur’an.
- Menanggulangi santri ditingkatan atas yang masih terdapat Lahn Jaly dan belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar..
BILGHAIB (TACHFIDH)
P
ada dasarnya PP. MUS Sarang merupakan pondok yang fokus dalam pendalaman ilmu agama (kajian kitab salaf). Namun, dalam realitanya ada sebagian santri yang telah memiliki hafalan al-Quran sebelum mondok di PP. MUS Sarang, atau terdorong untuk menghafal al-Quran oleh dirinya sendiri atau orang tuanya. Oleh sebab itu, dibentuklah kegiatan yang mewadahinya berupa program tachfidh.
Visi
Menjadi lembaga yang membantu Santri PP. MUS Sarang dalam menjaga dan menambah hafalan Al-Qur’an serta memperdalam keilmuan.
Misi
* Menyelenggarakan pendidikan tachfidh yang efektif dalam menjaga dan menambah hafalan.
* Menyelenggarakan kegiatan yang dapat memperbaiki dan membaguskan bacaan Al-Qur’an serta meningkatkan keilmuan seputar Al-Qur’an.
1 Panduan Program
Santri yang ingin mengikuti program tachfidh diharuskan izin terlebih dahulu kepada Ustadz Takhrijnya untuk meminta pertimbangan dan mengkondisikan kegiatan wajib yang tidak bisa diikuti karena bertabrakan dengan kegiatan MTQ yang dilaksanakan setiap pagi, sore dan ba’da Maghrib yang bertempat di lokasi yang telah ditentukan. Santri yang menghafalkan al-Quran akan disimak langsung oleh K. Nabil Thoha Ma’mun dan para guru bantu dengan metode yang disesuaikan terhadap para individu santri.
2 Kegiatan MTQ
1. Setoran pagi untuk semua tingkatan, (Menambah hafalan atau takror hafalan sebelumnya):
2. Deresan atau Takror:
- IBTIDA: Setelah Maghrib: Deresan bersama atau takror hafalan.
- TSANAWIY KE ATAS: Setelah Ashar: Deresan bersama.
3. Selapanan Mbah yai Adib.
3 Tujuan dan Manfaat Program
- Menjaga hafalan Al-Qur’an.
- Menambah hafalan Al-Qur’an.
- Pengkaderan Muallim Al-Qur’an.