Menu

Dark Mode
Keputusan Halaqoh Kebangsaan dan Ijma’ Ulama Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk Perubahan Indonesia Tentang Keharusan Memilih Pasangan Capres-Cawapres AMIN Berdasarkan Dalil Syar’i di Pondok Pesantren MUS Sarang Rembang Makna Jihad Membela Tanah Air di Era 5.0 MERAPATKAN BARISAN UNTUK PEMENANGAN AMIN DALAM PERSPEKTIF SYAR’I HUKUM MENYINGKAT KALIMAT THOYYIBAH! Meredam Fanatik ; Menguatkan Persatuan Dalam Pesta Politik. MENYAMBUT TAHUN POLITIK: HINDARI KONFLIK, PAKAI EMPATIK Setelah Komunisme,Masih Ada Kapitalisme Yang Perlu Dilawan! Malam Penuh Cinta Kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. MENGKAJI FIKIH DALAM PEMBERONTAKAN G30SPKI Sudahkah Kita Cinta Kepada Rasulullah? MEWASPADAI KEBANGKITAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA SEJARAH PKI PECI PUTIH; NUANSA BARU DALAM JAMA’AH MAKTUBAH Menyorot Fenomena Paham Islam-Kiri di Indonesia: Konvergensi atau Paradoks? KEBOHONGAN CITA-CITA MARXISME PRINSIP PENGELOLAAN HAK KEPEMILIKAN INDIVIDU DALAM ISLAM ; Menolak Tawaran Komunisme dalam Melawan Kapitalisme Kerusakan Ideologi Marxisme Perspektif Teologi Islam JEJAK HITAM PKI DARI IDELOGI KOMUNIS HINGGA SEJARAH KEJAHATAN DAN PENGIANATAN G30S Ku Putuskan Untuk …. Knock Out Rebahan ; Bangkit Sambut Masa Depan Ny. Hj. Chalimah Abdurrochim : Ibunda Hebat Di Balik Pengasuh PP. MUS Sarang BELA NEGARA INDONESIA MENURUT PANDANGAN ISLAM “Hukum Pingsan Saat Ramadhan: Antara Keringanan Shalat dan Kewajiban Qadha Puasa” KEISTIMEWAAN KHULUUF KEHARUMAN DIBALIK RASA LAPAR Memahami Makna ‘Akuf’ dalam Ibadah I’tikaf Plot Twist Kejujuran Sayyidina Umar Bin Khattab PERJALANAN CAHAYA: DARI LANGIT TERTINGGI KE RELUNG HATI BOLEH GAK SIH, CANTUK SAAT PUASA?

Berita

PECAH AURA NOSTALGIA, IKAMUS ADALAH KELUARGA

badge-check


					PECAH AURA NOSTALGIA, IKAMUS ADALAH KELUARGA Perbesar

Oleh : Abdullah Kafabih

Pasuruan – Ikatan Alumni PP. MUS (IKAMUS) menggelar Musyawaroh Nasional Ke-3 dan pergantian struktur organisasi periode baru bertajuk “menggapai berkah dengan khidmah”. Acara pembukaan munas dilaksanakan di Ballroom Hotel Royal Tretes View, Pasuruan pada Ahad malam, 9 Oktober 2022 M. Tak kurang, ada seratus lebih peserta yang ikut serta dan hadir dalam munas kali ini, meliputi para Masyayikh dan Mustasyar PP. MUS, Forkopimda Kab. Pasuruan, Bpk. Adi Supriyanto, selaku Ketua Kesbangpol, tamu undangan, serta utusan dari koordinator daerah (KORDA) dari seluruh cabang. Juga turut hadir K. Yusuf selaku Korda Lampung.

Acara malam itu dibuka dengan iftitah oleh K. M. Rofi’i dan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ust. Nazir Tsalatsa lalu diiringi dengan pembacaan maulid bilqiyam dipimpin oleh KH. M. A. Ainul Yaqin yang menenggelamkan para peserta munas dalam suasana kesyahduan bershalawat kepada Baginda Nabi. Acara kemudian diisi dengan sambutan-sambutan dari berbagai pihak meliputi sambutan perwakilan KORDA yaitu KH. M. Ridlwan Muwafiq, sambutan Ketua IKAMUS periode 2017-2022 K. Mujabul Marom serta sambutan Sesepuh Alumni oleh KH. Ali Mas’adi Pengasuh PP Darul Hikmah Mojosari Mojokerto.
Di sela-sela sambutan itu, terselip banyak cerita dan kenangan manis beliau-beliau yang tak terlupakan saat menimba ilmu bersama dengan para masyayikh PP. MUS seperti Mbah Him, Mbah Ber dan Mbah Mad.

Salah satunya seperti diceritakan Gus Ridlwan (sapaan KH. M. Ridlwan Muwafiq) bahwa Mbah Him dahulu pernah menyindir lantaran keliru saat membaca sanad di hadapan tamu. Beliau berkata: “Ngene kok ape moro neng Arab?” padahal Gus Ridlwan tak ada bayangan studi ke timur tengah saat itu. Dan atas izin Allah, beberapa bulan kemudian beliau berangkat ke timur tengah seolah Mbah Him sudah mengetahuinya.

Rangkaian berikutnya adalah Mawa’idz Husna dan peresmian Musyawaroh Nasional IKAMUS ke-3 oleh Syaikhuna KH. M. Said Abdurrochim. Beliau menerangkan bahwa agama Islam menganggap teman karib memiliki hubungan seolah keluarga sendiri, sehingga teman karib boleh masuk ke rumah temannya tanpa izin. Oleh karena itu, beliau memotivasi agar ukhuwwah (persaudaraan) dalam IKAMUS sudah seperti keluarga kedua sehingga IKAMUS seperti pohon bonsai, yakni meskipun organisasinya kecil namun indah berkat persaudaraan di dalamnya. Di samping itu, Syaikhuna juga mengijazahkan sanad Madzhab Syafi’i serta mengenalkan Yasin Fadhilah karya beliau sendiri dan GB-KHS (Garis Besar-Kepribadian dan Haluan Santri dan Alumni) PP. MUS S.P45.

Tema berjudul “Menggapai berkah dengan khidmah” yang diangkat dalam munas ke-3 ini menjadi harapan agar semua para Alumni yang terwadahi IKAMUS dapat lebih semangat dalam berkhidmah, meski sudah tidak lagi tinggal di pesantren. namun koneksi mereka dengan pesantren masih kuat dengan turut berkhidmah dan berkontribusi di setiap sektor yang tersedia. (kafa/ppmus.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 Komentar

  1. Alhamdulillah, semoga IKAMUS terus berkembang sebagai bukti khidmatnya santri kepada almamater pesantrennya.

    Saya M.Chozin juga alumni MUS, masuk tahun 1977 dan boyong tahun 1983. Kamarnya di Al Hambran.

    Saat ini saya tinggal di Jakarta dan mengelola Pondok Pesantren Ar Risalah di Cariu Bogor.

    Reply
It's all shown
Read More

“Hukum Pingsan Saat Ramadhan: Antara Keringanan Shalat dan Kewajiban Qadha Puasa”

13 March 2026 - 20:28

KEISTIMEWAAN KHULUUF KEHARUMAN DIBALIK RASA LAPAR

13 March 2026 - 20:25

Memahami Makna ‘Akuf’ dalam Ibadah I’tikaf

13 March 2026 - 20:12

Plot Twist Kejujuran Sayyidina Umar Bin Khattab

10 March 2026 - 11:14

PERJALANAN CAHAYA: DARI LANGIT TERTINGGI KE RELUNG HATI

10 March 2026 - 11:12

Trending on Berita
batmantoto batmantoto situs togel
toto slot
slot88